Sabtu, 04 Oktober 2014

Luka Bahagia ku

Aku tak pernah tau, menjadi apakah hubungan ini. Rasanya begitu sangat menyakitkan.

Berawal dari pertemuan yang singkat, dengan persahabatan yang cukup lama. Menjadi jembatan bersatunya keinginan untuk menyatukan perasaan. Tak pernah terduga jika berakhir sangat menyakitkan.

Ku merasakannya sendirian. Kadang hati ini ingin mengucapakan bahwa aku masih mencintai mu, namun rasanya tak pantas bagi ku untuk mengucapkan hal itu. Aku memang masih menyayangi mu, namun apa daya hati dan jiwa ini tak mampu tuk mengungapkan. Sering aku berharap jika kau mengatakan jika kau masih menyayangi ku, namun rasanya mustahil bagi ku.

Kini, aku sendiri lagi. Dengan kekosongan hati yang beralaskan kesakitan yang tak mampu terpendam. Aku hanya bisa memendam luka ini. Bahkan aku hanya mampu menjadikan luka yang entah kapan luka ini akan sembuh.

Aku hanya mampu diam dengan senyuman yang tak lazim ku keluarkan dari hati. Hanya untuk menutup luka.

Aku pun, hanya mampu menahan segala kerinduan ku. Hanyalah Do'a berlumur air mata, yang mampu ku panjatkan. Dan Allah lah yang akan menyampaikan.

Luka ini, sangatlah dalam. Namun, sabar dan ikhlas adalah salah satu jalan untuk ku agar lebih baik ☺